Beranda HEADLINE PTM Menjadi Salah Satu Pusaran Problematika Triple Burden Diseases di Era Revolusi...

PTM Menjadi Salah Satu Pusaran Problematika Triple Burden Diseases di Era Revolusi 4.0

36
BERBAGI
Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Dr Tri Siswati, SKM, M.Kes saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional #2, Minggu (29/9/2019) di Auditorium Graha Bina Husada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Foto : Ratih/Jogja.kabardaerah.com)

JOGJA.KABARDAERAH.COM (YOGYAKARTA) – Menghadapi peluang dan tantangan tenaga kesehatan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dirasakan sangat perlu dilakukan, karena revolusi industri 4.0 membuat perubahan di semua sektor termasuk kesehatan.

Hal itu dikatakan Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Dr Tri Siswati, SKM, M.Kes saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional #2 yang diselenggarakan oleh Mabuross Event Organizer, Minggu (29/9/2019) di Auditorium Graha Bina Husada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

“Industri 4.0 merubah semua sektor, termasuk kesehatan. Apa saja perubahan di sektor kesehatan? Life Expectancy rate meningkat, masalah geriatri dan terkait,” katanya.

Bahkan Dr Tri menyebutkan, Indonesia dalam pusaran problematika triple burden diseases di era industri 4.0. “Triple burden disease terdiri dari Re Emerging Disease, New Emerging Disease, dan Penyakit Tidak Menular (PTM),” jelasnya.

Tidak hanya itu, Dr Tri menambahkan, dalam transisi epidemilogi dikatakan kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat. “Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup, seperti pola makan dengan gizi tidak berimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, dan lainnya,” katanya.

Siapa saja yang dapat menderita PTM, kembali diungkapkan Dr Tri adalah semua usia. “Mulai dari ibu mengandung, anak yang baru lahir hingga kakek nenek,” imbuhnya.

Untuk itu, selain mengatur pola makan, dan berolahraga, menurut Dr Tri, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan yang rutin agar bisa diketahui riwayat tentang kesehatan diri sendiri. “Mulai dari pegecekan berat badan, hingga cek gula darah, bahkan medical check up,” pungkasnya. (rth)