Beranda TERBARU Peresmian Nama Jalan Arteri Yogyakarta

Peresmian Nama Jalan Arteri Yogyakarta

32
BERBAGI

SLEMAN, Kabardaerah.com – Jalan lingkar Yogyakarta yang membentang dan melingkari Kota Yogyakarta, mulai dari utara simpang tiga Maguwoharjo Depok Sleman membentang ke barat sampai Kronggahan Gamping, ke selatan sampai Madukismo Bantul, membentang ke timur sampai Banguntapan Bantul secara resmi telah diberi nama di perempatan Ringroad Jombor, Selasa (3/10).
Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ahmad Sukardi, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Kepala Pengadilan Tinggi Yogyakarta.
Nama jalan lingkar Yogyakarta yang merupakan jalan nasional, yang dibangun secara bertahap mulai tahun 1994 dan dimanfaatkan secara penuh mulai tahun 2010 itu, dibagi menjadi 3 ruas: Jalan Arteri Utara Barat,Jalan Arteri Utara dan Jalan Arteri Selatan.
Peresmian nama jalan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 166/KEP/2017 tanggal 24 Agustus 2017 bahwa 3 ruas jalan Arteri itu dibagi menjadi 6 ruas jalan, yaitu Jalan Siliwangi panjang ruas 8,58 km dengan batas awal simpang empat Pelemgurih, batas akhir simpang empat Jombor. Jalan Padjajaran dengan panjang ruas 10,00 km, batas awal simpang empat Jombor dan batas akhir simpang tiga Maguwoharjo. Jalan Majapahit sepanjang 3,08 km, dengan batas awal eimpang tiga Janti dan batas akhir simpang empat Jalan Wonosari. Sedang Jalan Ahmad Yani dengan panjang ruas 6,50 km dengan batas awal simpang empat Jalan Wonosari dan batas akhir simpang empat Jalan Imogiri Barat.
Sementara itu, Jalan Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH panjang ruas 2,73 km dengan batas awal simpang empat Jalan Imogiri Barat dan batas akhir simpang empat Dongkelan. Dan Jalan Brawijaya, panjang ruas 5,84 km dengan batas awal simpang empat Dongkelan dan batas akhir simpang tiga Gamping.
Nama jalan tersebut diresmikan secara bersamaan. Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bandung, Jalan Majapahit dan Jalan Brawijaya diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Sekda Provinasi Jatim. Jalan Ahmad Yani diresmikan oleh Komandan Korem 072 Pamungkas, dan Jalan Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH diremikan oleh Kepala Pengadilan Tinggi Yogyakarta.
Sementara itu, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi menyampaikan bahwa dengan diresmikannya nama jalan Arteri tersebut, dapat semakin membangkitkan semangat persatuan bangsa. “Di samping dapat semakin memudahkan masyarakat dalam mengenali jalan atau alamat dan menambah nilai estetika jalan itu sendiri,” kata Sri Purnomo.
Jalan bukan hanya merupakan sarana perhubungan semata, melainkan juga merupakan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kehidupan perekonomian rakyat. Tersedianya sarana jalan yang representatif, menurut Sri Purnomo, akan merangsang dan memacu masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitas sosial maupun ekonomi. “Sehingga kehidupan masyarakat di sekitar jalur jalan tersebut kian dinamis dan tinggi tingkat mobilitasnya,” papar Sri Purnomo. Jalan kabupaten yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sleman hingga saat ini sepanjang 699,5 km. Dengan kondisi baik sebesar 52,36 persen atau 366,28 km, kondisi sedang sebesar 35,09 persen atau 245,44 km, kondisi rusak ringan sebesar 9,55%l persen atau 66,82 km, serta kondisi rusak berat sebesar 3,00 persen atau 20,96 km.
Penanganan jalan kabupaten tahun anggaran 2017 dialokasikan untuk kegiatan peningkatan jalan sepanjang 15,7 km, yang meliputi 9 ruas jalan dengan dana Rp. 54,79 milyar. Juga kegiatan peningkatan jembatan sebanyak 7 jembatan dan 11 gorong-gorong dengan dana Rp. 17,43 milyar, rehabilitasi/prmeliharaan jalan sepanjang 22,55 km yang meliputi 15 ruas jalan dengan dana Rp. 71,98 milyar serta pemeliharaan rutin jalan sepanjang 400 km dengan dana Rp. 6,055 milyar.
Adapun rencana penanganan jalan kabupaten untuk tahun anggaran 2018 meliputi kegiatan peningkatan jalan sepanjang 22,45 km yang meliputi 8 ruas jalan dengan dana Rp. 68,68 milyar, kegiatan peningkatan jembatan sebanyak 5 jembatan dan 10 gorong-gorong dengan dana Rp. 10,54 milyar, rehabilitasi/pemeliharaan jalan sepanjang 15,05 km yang meliputi 8 ruas jalan dengan dana Rp. 59,06 milyar, dan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 450 km dengan dana Rp. 8,0 milyar.
Untuk penanganan pemeliharaan rutin jalan mulai tahun 2017 Pemkab Sleman sudah mempunyai 1 unit AMP (asphalt mixing plant) dengan kapasitas produksi 50 ton/jam. Sampai saat ini sudah dimanfaatkan untuk perbaikan jalan dengan kapasitas per hari rata-rata 80 ton dengan luasan rata-rata 2.800 m2.
Gubernur DIY menyampaikan, bangsa Indonesia bisa bersatu padu tanpa harus mengungkit masa lalu, dan tidak ada dendam dan kebencian. “Dengan banyaknya suku dan golongan bisa bersatu padu membangun bangsa yang lebih maju dan bersatu,” tandas Sultan HB X. (ASA)