Beranda HEADLINE Pemeliharaan Jalan Jadi Usulan Tertinggi Musrenbang Kecamatan Mergangsan

Pemeliharaan Jalan Jadi Usulan Tertinggi Musrenbang Kecamatan Mergangsan

65
BERBAGI

YOGYAKARTA, Kabardaerah.com – Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan yang merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan/stakeholders di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan hasil Musrenbang kelurahan serta menyepakati rencana kegiatan lintas kelurahan di kecamatan setempat, seperti yang dituangkan dalam Undang-undang Nomer 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dalam Pasal 1 ayat 21 yang menyatakan Bahwa Musrenbang adalah Forum antar pelaku dalam menyusun rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah.

Camat Mergangsan Dra. Tyasning Handayani Shanti mengatakan konblokisasi dan pemeliharaan jalan menjadi usulan tertinggi dari masyarakat setelah sebelumnya juga telah dilakukan pemeliharaan jalan umum di kampung-kampung dan pemeliharaan makam umum milik Pemerintah Kota Yogyakarta yang berada di wilayah Kecamatan Mergangsan.

“Musrenbang ini diselenggarakan untuk perencanaan pembangunan di Kecamatan Mergangsan pada tahun 2019. Di Kecamatan Mergangsan sendiri telah dilaksanakan sosialisasi pelatihan dan fisik seperti pemeliharaan jalan umum di kampung-kampung, kinblokisasi dibeberapa tempat dan dalam setiap tahun pemeliharaan jalan menjadi usulan tertinggi dari masyarakat,” ujarnya Kamis (08/02) disela-sela acara Musrenbang di Pendopo Kecamatan Mergangsan.

Lebih lanjut diungkapkan Tyasning, untuk kegiatan sosial, budaya dan ekonomi di wilayahnya telah dilaksanakan pelatihan batik, kuliner dan wisata. Selain itu pelatihan pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan perlindungan anak.

“Sedangkan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini di tingkat Kecamatan Mergangsan antara lain pelatihan pendidikan PAUD, pelatihan pola pengasuhan anak dan remaja, lansia sehat, penyuluhan KDRT, pelatihan kelembagaan PSM Kecamatan, deteksi dini kanker dan IVA, administrasi PKK, penghijauan dan pekarangan, workshop Pokdarwis, Program Keluarga Harapan, parenting school, workshop literasi media bagi orang tua, manajemen karang taruna, pentas seni kecamatan serta pembinaan bidang kesehatan sesuai tema pembangunan berbasis gender,” jelasnya.

Perwakilan Bappeda Kota Yogyakarta Dra. Suprantini pada kesempatan tersebut mengingatkan konsep Gandeng Gendong yang telah dicetuskan oleh Walikota Yogyakarta beberapa waktu lalu. “Di dalam pembangunan yang ada di Kecamatan Mergangsan bisa menggandeng dan menggendong sasaran yang ada seperti yang sudah dilaksanakan di Kelurahan Keparakan Kecamatan Mergangsan beberapa usaha dan pemilik usaha yang ada disana menerima warganya untuk magang ditempat usaha mereka, sehingga gandeng gendong bisa memberdayakan masyarakatnya untuk saling menyuplai,” katanya. (Mar)