Beranda HEADLINE Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga dan Pasokan Kebutuhan Pokok di Jogja...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga dan Pasokan Kebutuhan Pokok di Jogja Aman Terkendali

20
BERBAGI

YOGYAKARTA, Kabardaerah.com – Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok, salahsatunya dengan menggelar rapat koordinasi (rakor), Jumat (08/12) di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih yang sempat mengikuti rakor dan pengecekan di Pasar Beringharjo Yogyakarta mengakui harga kebutuhan bahan pokok di Yogyakarta terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. “Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok dalam menghadapi HKBN,” katanya.

Untuk menjaga kestabilan harga tersebut pihaknya mengambil 3 langkah antisipatif, diantaranya mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di masing-masing daerah, mengidentifikasi kesiapan instansi dan pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan distribusi, serta meningkatkan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kadaluwarsa, barang selundupan, barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan.

“Berdasarkan hasil pantauan hari ini tercatat untuk harga beras Rp 9.667/kg, gula Rp 12.333/kg, minyak goreng Rp 11.333/lt, kedelai impor Rp 9.000/kg, daging sapi (paha belakang) Rp 120.000/kg, daging ayam Rp 30.667/kg, cabai merah besar Rp 31.000/kg, cabai merah keriting Rp 31.000/kg, cabai rawit merah Rp 16.667/kg, bawang merah Rp 21.000/kg, bawang putih Rp 18.000/kg, telur ayam Rp 23.500/kg,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut Lasminingsih menyampaikan agar seluruh instansi dapat bersama-sama memperlancar kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) beras baik di pasar rakyat, toko moderen dan tempat penjualan eceran lainnya, sesuai dengan Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan harga eceran tertinggi beras yang berlaku sejak 1 September 2017.

“Dalam Permendag harga beras di Propinsi DIY diatur sebesar Rp 9.450/kg untuk beras medium dan Rp 12.800/kg untuk beras premium. Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan ijin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,” tegasnya. (Dewi)