Beranda HEADLINE Antusias, Warga Nobar Film G30S/PKI di Kantor Kecamatan Umbulharjo

Antusias, Warga Nobar Film G30S/PKI di Kantor Kecamatan Umbulharjo

23
BERBAGI

YOGYAKARTA, Kabardaerah.com – Warga Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta berbondong-bondong menyaksikan pemutaran film penghianatan G30S/PKI di Pendopo Kantor Kecamatan Umbulharjo, Jalan Glagahsari, Yogyakarta, Sabtu (30/09) malam.

Dalam acara nobar yang dihadiri Danramil 07/Umbulharjo, Kapolsek Umbulharjo, Lurah se Kecamatan Umbulharjo, Ketua RW, FKPPI, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini, Camat Umbulharjo Drs H Mardjuki mengatakan pemutaran film ini untuk mengenang sejarah di masa lalu. “Sekaligus untuk memberikan pelajaran dan pengertian sejarah terdahulu kepada seluruh warga di Umbulharjo,” ujarnya.

Komandan Koramil (Danramil) 07/Umbulharjo Kodim 0734/Yogyakarta, Mayor Kav Cecep Saepudin, S.Sos, memberikan apresiasi kepada Camat Umbulharjo yang telah memfasilitasi kegiatan nobar film penghianatan G30S/PKI. “Pemutaran film ini merupakan perintah langsung dari Panglima TNI kepada seluruh jajarannya, tidak terkecuali Koramil 07/Umbulharjo. Terimakasih untuk bapak Camat yang telah memfasilitasi nonton bareng ini,” katanya.

Untuk wilayah Umbulharjo pada malam ini menurut Mayor Cecep dilakukan pemutaran film G30S/PKI di 15 titik secara serentak. “Yang tersebar di wilayah Kecamaran Umbulharjo, semua itu dilakukan untuk mengingatkan kembali tentang sejarah masa lalu yang kelam di Indonesia yang dilakukan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September (G30S/PKI), agar kejadian itu tidak terulang lagi,” lanjutnya.

Ditambahkan Cecep, pada siang hari telah dilakukan pemutaran serupa di SMA Muhammadiyah 2 yang disaksikan lebih dari 1000 orang yang terdiri dari siswa dan karyawan sekolah.

Ketua RW 08 Kelurahan Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta, Dr Ariswan, M.Si, DEA, mengungkapkan bahwa pemutaran film ini sebagai upaya agar kesadaran anak bangsa paham bagaimana Pancasila dimana didalam film ini terjadi penghianatan Pancasila yang didalamnya terdapat Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Kesadaran secar esensinya adalah keber-agama-an apapun itu agamanya. Karena sebagaimana kita tahu komunis itu tidak ber-Ketuhanan sehingga menjauhkan kita dari Pancasila, untuk itu kita jangan sampai mengikuti paham komunis yang tidak ber-Ketuhanan dan sejarah kelam G30S/PKI jangan terulang lagi,” katanya. (CDR)